Tampilkan postingan dengan label New Energy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Energy. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

Selamatkan bumi dari diri sendiri!



Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai warga Bumi untuk turut berperan serta mengatasi peristiwa Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change) yang sedang dialami Bumi, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh semua orang dari rumah tempat kita tinggal, diantaranya seperti hal-hal berikut ini:

Hemat Pemakaian Listrik :
Matikan peralatan listrik jika sedang tidak digunakan.
Hanya menggunakan peralatan listrik ketika kita membutuhkannya.
Tidak menggunakan peralatan yang menggunakan listrik; jika dapat dengan mudah dilakukan dengan tangan, seperti membuka kaleng, botol dsb.Hubungkan lampu di halaman rumah dengan sebuah alat pengatur waktu (timer) atau fotocel sinar matahari.

Gunakan jenis lampu fluorescent dan lampu hemat energi untuk menghemat listrik. Jenis lampu hemat energi akan memangkas 80 % boros listrik daripada lampu pijar.
Matikan peralatan listrik dan gunakan penerangan seminimal mungkin di malam hari ketika akan pergi tidur.
Matikan pemanas air sebelum Anda berangkat untuk pergi berlibur.
Ganti  kulkas lama jika sudah boros listrik dan jangan lupa defrost kulkas anda secara teratur.
Bersihkan dan keluarkan barang/makanan yang tidak perlu dari kulkas setiap minggu.
Jangan masukkan makanan panas di dalam lemari es.
Jangan terlalu sering dan dalam waktu lama membuka pintu lemari es, karena akan boros listrik.
 
Hemat Pemakaian Air :
Jangan mencuci piring dengan air yang mengalir terus menerus.
Jangan menggosok gigi, juga dengan kran air yang mengalir, karena air akan banyak terbuang dalam 1 menit terbuang sekitar 10 liter.
Mandi menggunakan gayung yang terukur dan seperlunya, daripada pakai kran shower dengan air mengalir atau berendam pada ‘bath-tub’. Demikian pula untuk mencuci mobil, cukup gunakan ember dan gayung daripada menggunakan selang dengan air mengalir.
Gunakan air dingin pada mesin cuci daripada air panas.
Flush toilet seperlunya (jangan terlalu sering).
Pastikan pelampung/radar pada tangki penyimpanan air bekerja dengan baik, demikian juga pada kran dan monoblock di toilet, cegah kebocoran agar tidak boros air.
Cuci pakaian dengan air dingin, bukannya air panas.

Gunakan air bilasan cucian pakaian terakhir untuk menyiram tanaman Anda. Gunakan air bilasan cucian beras, buah dan sayur juga untuk menyiram tanaman.
Tadah air hujan dan manfaatkan untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai dsb.

Manfaatkan Sumber Energi dari Alam :
Gunakan tenaga surya untuk rumah dan pemanas air.
Gunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian Anda.
Gunakan pencahayaan dari sinar matahari secara optimal, bukannya mengandalkan lampu listrik.
Buka jendela, agar angin dapat berhembus masuk untuk menyejukkan dan menyegarkan ruangan di rumah anda, daripada menggunakan penyejuk udara buatan yang boros listrik seperti AC. 
Jika tetap menggunakan AC, jangan lupa bersihkan AC secara teratur, akan menghemat listrik.
Jangan lupa setel ‘timer’ pada AC agar berhenti pada saat sebelum fajar.
Exhaust fan juga bisa digunakan untuk membantu pertukaran udara segar di dalam ruang, jika sirkulasi angin belum maksimal.

Jika ingin, membangun rumah tinggal jangan lupa memanfaatkan sirkulasi udara angin dan cahaya alamiah dari matahari secara optimal. Pada Negara yang sudah sangat peduli Bumi, seperti Swedia, Denmark dan juga Jepang, pemakaian listrik sudah mulai memanfaatkan tenaga kincir angin dan panel surya, mudah-mudahan di Indonesia bisa segera diterapkan juga, mengingat listrik dari PLN pun sekarang belum bisa menjangkau seluruh peloksok daerah terutama daerah terpencil.   Sumber energi alam lain yang bisa dimanfaatkan adalah tenaga air (mikrohidro) dan panas bumi (geothermal). Kesemuanya ini merupakan sumber energi alam yang ramah lingkungan. 
Gunakan juga kaca berwarna hijau untuk mengurangi panas di rumah Anda.
REUSE (Gunakan Kembali) Dan lain-lainnya :
Gunakan keramik atau gelas cangkir kopi bukan cangkir sekali pakai seperti yang terbuat dari plastic dan Styrofoam.
Gunakan kembali kantong plastik dan wadah penyimpan barang lainnya.
Gunakan kertas bekas surat dan amplopnya, kalender bekas, untuk kertas corat-coret atau catatan keperluan sehari-hari.
Gunakan kembali kertas HVS yang baru dipakai 1 muka menjadi 2 muka atau bolak-balik.
Gunakan kain serbet, sapu tangan yang bisa digunakan kembali daripada kertas tissue dan kertas pembersih sekali pakai lainnya.
Gunakan ‘reusable’  piring, botol minum dan alat makan yang bukan sekali pakai.
Gunakan wadah  yang dapat digunakan kembali  untuk menyimpan makanan, bukannya aluminium foil dan bahan plastik lainnya.
Reuse kemasan dari bahan karton untuk pengiriman barang.
Gunakan kembali koran lama untuk membungkus dan ‘mengepak’ barang.Berbelanja ke toko dengan tas kanvas daripada menggunakan tas kertas dan kantong plastik.

Simpan gantungan kawat dan mengembalikan atau menggunakannya kembali ketika ke binatu.
Mengecat dengan kuas dan rol yang bisa dipakai lagi daripada menggunakan cat semprot yang mengeluarkan emisi berbahaya.

REDUCE ( Berhemat ) Dan lain-lainnya :
Hemat penggunaan kertas dan tissue karena terbuat dari kayu yang harus ditebang dari pohon di hutan, sedangkan hutan dibutuhkan untuk menetralisir emisi CO2 di udara.
Memelihara, merawat dan memperbaiki barang-barang yang kita miliki dan sudah digunakan daripada sering membeli baru.
Hanya membeli perangkat mebel. yang benar-benar digunakan.Beli dan gunakan  baterai ‘rechargeable’ untuk perangkat yang sering digunakan.
Prioritaskan membeli produk yang berlabel ramah lingkungan.
Beli dan makan sayuran organik, pasti lebih menyehatkan dan ramah lingkungan.
Beli produk-produk buatan lokal untuk mengurangi buangan emisi dari transportasi.

Beli makanan/minuman, sayuran/buah-buahan lokal, karena lebih murah dan lebih terjamin kesegarannya.
Beli produk yang bisa didaur ulang atau terbuat dari bahan daur ulang.
Hindari produk dengan beberapa lapis kemasan, jika hanya satu juga cukup.
Dengan kata lain jika memungkinkan beli produk dalam jumlah grosir yang lebih murah dan hemat kemasan daripada beli eceran yang lebih mahal dan butuh banyak kemasan. Contoh pembelian sabun cuci ukuran 1 kg, lebih baik dari pada ukuran sachet kecil.
Hindari membeli produk makanan yang dikemas dalam plastik atau wadah styrofoam karena  tidak dapat didaur ulang. 
Hindari atau kurangi juga pemakaian peralatan makan/minum seperti sendok/garpu dan sedotan minuman yang terbuat dari plastik.
Hindari ‘fast food’ karena jenis makanan ini merupakan penghasil sampah terbesar di dunia, selain itu juga kurang baik terhadap kesehatan.
Minimalkan penggunaan pestisida.
Hindari penggunaan ‘racun tikus’ dari bahan kimia, jika ingin membunuh atau mengusir tikus, tapi gunakan jebakan tikus tradisional dengan umpan ikan asin misalnya.
Berhenti menggunakan semprotan aerosol untuk mengurangi CFC yang akan mengganggu lapisan Ozon Bumi.
Kurangi penggunaan bahan kimia saat membersihkan semua sudut rumah.
Jangan membeli produk yang dibuat dari hewan langka. 
Mengurangi konsumsi daging (flexitarian) atau bila memungkinkan jadilah vegetarian.

RECYCLE ( Daur Ulang ) Dan lain-lainnya :
Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan.
Gunakan tas daur ulang untuk menyelamatkan lingkungan. 
Recycle segalanya: koran, botol dan kaleng, plastik, kulit, kaca dan aluminium serta bahan anorganik lainnya.
Bagi Anda yang suka berkreasi manfaatkan sampah non organik untuk didaur ulang menjadi produk kerajinan tangan yang indah.
Kumpulkan sampah dan buang di tempat yang sesuai dengan peruntukkannya, jika memungkinkan pisahkan yang organik dan non organik. Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pupuk kompos sedangkan yang non organik bisa diolah kembali menjadi barang yang memberikan manfaat, daripada dibuang sembarangan misalnya ke sungai, danau dan laut terutama yang terbuat dari plastik sungguh akan merusak lingkungan, karena bahan plastik yang asal mulanya dibuat dari minyak bumi ini, baru bisa terurai minimal setelah mencapai waktu 200 tahun ! Oleh karenanya, jangan buang sampah an organik secara sembarangan, karena bisa mencemari lingkungan.
Barang plastik bekas seperti: ember, kemasan cat dinding, botol bekas minuman dan lainnya bisa dipakai ulang atau dikreasikan menjadi pot tanaman yang indah.
Jika tidak mau menggunakannya kembali, segera sumbangkan atau berikan kepada orang lain atau organisasi yang mau menampung dan mengolah sampah anorganik ini.
Demikian pula pakaian bekas layak pakai dan peralatan rumah tangga yang sudah tidak digunakan atau didaur ulang sebaiknya disumbangkan kepada yang mau menerima dan memanfaatkannya lagi.
Jangan biasakan membuang-buang makanan walau sedikit pun karena sisa-sisa makanan dapat mengeluarkan gas metana di tempat terbuka seperti TPA sampah.
Kompos sisa sayuran, kulit buah dsb. dari dapur Anda.
Mulai olah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
Kompos daun kering dan sampah, atau  bawa ke sebuah tempat pendaur
ulang sampah.
Hijaukan Lingkungan ( Go Green ) Dan yang lainnya:
Ayo mulai tanam pohon di halaman rumah (Go Green). Pohon-pohon yang kita tanam di halaman rumah sekecil apa pun halamannya, sudah pasti akan berperan untuk menetralisir CO2 di udara sekaligus menyegarkan dan menyehatkan kita. Jadi jangan ragu untuk mulai menanam pohon dan terus tambah koleksi tanaman di halaman rumah. Mau tanaman hias, bunga, buah atau apotik hidup, sayuran dan bumbu dapur tidak masalah. Dan jika sebagian besar warga bumi melakukannya, akan memberikan manfaat yang sangat signifikan untuk mereduksi CO2 di udara dan pada akhirnya pemanasan global pun dapat diredam.  
Gunakan pupuk organik untuk menyuburkan tanaman, atau pupuk kompos yang bisa kita buat sendiri, lebih hemat dan ramah lingkungan.

Informasikan Bahaya Pemanasan Global, Dan yang lainnya:
Beritahu kepada sebanyak mungkin orang sebagai warga Bumi, akan bahaya Pemanasan Global.
Ajarkan anak dan cucu untuk menghormati serta turut menjaga alam dan lingkungan.
Luangkan waktu Anda untuk memberi informasi atau terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu menyayangi Bumi. Berikan sumbangan uang, tenaga dan pikiran serta barang-barang yang dapat didaur ulang pada yayasan atau organisasi sosial yang menangani proyek-proyek konservasi alam lingkungan.
Efisiensi Penggunaan Kendaraan Bermotor :
Cari lokasi rumah tempat tinggal yang dekat dengan kantor tempat bekerja atau tempat anak-anak sekolah.
Biasakan berjalan atau bersepeda, yang tentunya lebih menyehatkan dan ramah lingkungan, misalnya untuk tujuan dekat seperti berbelanja ke supermarket di sekitar rumah.
Untuk jarak yang lebih jauh, jika memungkinkan gunakan angkutan umum massal, seperti busway dan kereta api.
Naik kendaraan pribadi bersama-sama secara bergantian misalnya dengan teman atau saudara yang kebetulan searah atau setujuan.

Jika harus naik kendaraan bermotor pribadi, untuk bepergian :
Gunakan mobil yang sesuai dengan kebutuhan keluarga atau lebih besar.
Gunakan energi hijau terbarukan seperti biofuel, antara lain biodiesel dan bioetanol (nama dagang Pertamina : biosolar, biopremium dan biopertamax).
Matikan mesin motor/mobil saat pengisian bahan bakar. Jangan mengemudi di atas ambang batas kecepatan yang dianjurkan. 
Jangan membawa barang-barang yang tidak perlu dalam bagasi mobil.
Periksakan mobil secara teratur untuk memastikan dalam kondisi baik. Periksa tekanan angin pada ban mobil secara teratur berkala. 

Periksa minyak/oli mesin, rem, kopling, gardan dsb. Cek kemungkinan kebocoran atau kerusakan lainnya, dan jangan lupa mendaur ulang minyak/oli motor/mobil anda.
Rawat mobil dengan menyetel ulang mesin (tuned up) dan  mengganti oli mesin secara berkala, agar kondisi mesin tetap prima saat akan digunakan. 
Gunakan ban radial untuk meningkatkan kemampuan jalan kendaraan.
Jaga kondisi roda ban agar seimbang tidak bergetar dengan melakukan ‘spooring & balancing’ sehingga mobil nyaman dikendarai.
Jika harus mengemudi mobil untuk jarak yang sangat jauh, jangan lupa beristirahat misalnya pada ‘rest area’ di jalan tol untuk menjaga stamina pengemudi mau pun kondisi mesin.
Beli motor/mobil baru atau pun bekas yang lebih efisien bahan bakar dan menghasilkan emisi buangan yang lebih rendah agar tidak terlalu banyak menyumbang CO2 ke udara.
Jika memungkinkan beli dan gunakan mobil ramah lingkungan, misalnya yang menggunakan teknologi panel tenaga sinar matahari dan hibrida.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat, dan kita juga ikut menjadi sebagai bagian dari solusi, serta ikut berpartisipasi aktif dalam menghadapi Peristiwa Pemanasan Global yang terjadi saat ini. Semoga semua langkah-langkah kecil tersebut di atas jika sebagian besar warga Bumi melakukannya ditambah kebijakan pro lingkungan dari para pemimpin dunia untuk menekan emisi global, khususnya pada Pertemuan Perubahan Iklim di Kopenhagen, dapat memberikan hasil positif demi terciptanya Bumi yang lebih baik agar dapat diwariskan dan dinikmati oleh generasi penerus, yaitu anak cucu kita sendiri.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua semangat Go Green!
Jangan lupa hemat energi , Tanam Pohon di sekitar kita dan Rawat Tanaman yang ada di sekitar kita!

Sumber :Kompasiana





Jumat, 22 Juni 2012

Green Cars

Mungkin anda pernah mendengar kata Green Cars ? mobil hijau? maksudnya?

Green Cars adalah teknologi pada mobil yang mulai di produksi beberapa tahun terakhir ini mulai menggunakan motor listrik + mesin biasa, ada juga yang menggunakan mesin listrik saja, ada juga yang menggunakan gas sebagai bahan bakar, semua mesin diatas dirancang sangat hemat bahan bakar, ramah lingkungan dengan polusi yang ditimbulkan sangat minim. 

Green Cars memang dirancang untuk masa depan agar konsumsi bahan bakar yang digunakan dapat ditekan seminimal mungkin juga harus menggunakan bahan bakar yang terbarukan misal menggunakan panas matahari, angin, air dan masih banyak lagi.

Konsep Green Cars sebenarnya sudah sering dilombakan dalam ajang tingkat nasional maupun internasional jadi mobil irit bahan bakar sudah mulai muncul di sekitar kita dan banyak perusahaan besar ikut meramaikan pasar green cars misalnya :

Toyota dengan Prius 

Spesifikasi 
1.8-Liter Aluminum 4-cylinder DOHC 16-Valve with Variable Valve Timing with intelligence (VVT-i), EV[1]/ECO/POWER modes; 98 hp @ 5200 rpm (73 kW @ 5200 rpm), 105 lb.-ft. @ 4000 rpm (142 N•m @ 4000 rpm)
Mobil ini dirancangan dengan motor listrik dan solar panel yang aktif saat awal jika terkena macet atau jalan padat yang berjalan adalah motor listrik dan saat kecepatan tinggi diatas 40km/jam mesin bensin dihidupkan untuk mencapai power tertinggi.

Honda dengan CR-Z

 

ENGINE TYPE: SOHC 16-valve inline-4, 113 hp, 107 lb-ft; brushless DC electric motor assist, 13 hp, 58 lb-ft; combined power rating, 122 hp, 123 or 128 lb-ft
TRANSMISSIONS: continuously variable automatic with manumatic shifting, 6-speed manual
Dengan 2 Pintu maupun penumpang, merupakan mobil couple yang cukup canggih dan irit.

sejauh ini saya baru melihat 2 mobil green ini yang masuk indonesia dan masih banyak lagi green cars lainnya...

Just 4 Fun Only

Minggu, 08 Mei 2011

Perkembangan Teknologi Transportasi

Semakin cepat perubahan dalam kehidupan kita saat ini, berawal dari jalan kaki kemudian naik sepeda, selanjutnya naik motor atau mobil, naik kapal laut dan naik pesawat. Semakin pesatnya semua berlomba-lomba menciptakan teknologi baru yang mengarah ke ramah lingkungan, tidak seperti zaman dahulu yang menghabiskan banyak energi.

Berawal dari sepeda dengan motor yang terisi dengan tenaga surya





















tetapi ini merupakan sebuah konsep sedangkan yang sudah mulai berlalulalang adalah berikut

















sebuah inovasi yang cukup membanggakan, selain itu motor juga sudah mulai membuat konsep tenaga surya

kemudian lanjut ke perkembangan mobil yang mengunakan tenaga surya
terdapat inovasi baru juga kapal pesiar dengan tenaga surya

juga pesawat tenaga surya

inovasi baru untuk mobil




memang hebat alat transportasi saat ini, ayo dukung GO Green Untuk Indonesia!!!
Ayo ciptakan produk GO GREEN mu saat ini !!!

Jumat, 21 Januari 2011

Membuat Mobil Kita Ramah Lingkungan


Andai saja jagad raya punya dua Bumi, masa depan umat manusia tak akan sekelam ini gara-gara lapisan ozon satu-satunya Bumi yang kita miliki mulai bolong. Udara pun teracuni. Nyaris tak ada tempat bersembunyi dari polusi. Bahkan di dalam kabin kendaraan kadar pencemarannya bisa 27 kali lipat dibanding di luar (Lembaga Environmental Transport Association Trust, Inggris). Masih juga tega menutup mata dan telinga?
Bicara ozon dan emisi gas buang, memang bak meraba nasib buruk kita sendiri. Udara Jakarta misalnya, versi Ahmad Safrudin, koordinator Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), diperkirakan mengandung timbal (Pb) alias timah hitam hingga 1,8 mikrogram per meter kubik, di atas ambang batas yang diizinkan WHO.
Pemerintah boleh disalahkan karena kurang peduli. Tapi, cuekin aja, wong mengurus APBN saja ribetnya minta ampun. Yang penting, keterlibatan pemilik kendaraan harus terus dipompa untuk menciptakan lingkungan yang ramah. Salah satunya, dengan menciptakan mobil ramah lingkungan versi sendiri.
Enggak usah berpikir yang susah-susah dan berbau high- tech. Apalagi menunggu hadirnya mobil listrik atau hidro yang memang sudah 100% bebas polusi. Selain terlalu lama, kalau pun nanti masuk pasar Indonesia, (seperti biasa) harganya pasti tak lagi rasional alias kelewat mahal.
Lantas, bagaimana caranya?
Puasa "makan" timbal
Langkah paling konkret, hindari konsumsi bahan bakar bertimbal. Racun yang didayagunakan sejak 1921 ini awalnya dipakai untuk menghindari mesin ngelitik. Namun baru tahun 1970-an terbukti, racunnya sangat berbahaya buat manusia. Tidak musnah saat terjadinya proses pembakaran, sekitar 25% kandungannya berubah jadi kerak penghuni ruang bakar, sementara sisanya wira-wiri mencemari udara.
Jika terhirup anak-anak, lantaran ukuran tubuhnya kecil, tingkat penyebaran timbal bisa sangat tinggi. Paling menakutkan jika sudah merambah sistem saraf dan otak, berpotensi menurunkan IQ, hilang ingatan jangka pendek, kesulitan mengeja dan membaca, hingga gangguan fungsi motorik penglihatan dan refleks.
Sedangkan di tubuh orang dewasa, dampak paling lazim, ya tekanan darah tinggi (hipertensi). Kalau makin parah, bukan tidak mungkin berlanjut ke serangan jantung, kanker ginjal, stroke, hingga gangguan sistem reproduksi. Ohsram!
Pemerintah sendiri mencanangkan tahun 2003 sebagai batas akhir pemakaian BBM bertimbal. Seperti dijelaskan Adiatma Sardjito, press relations Pertamina, "Kami terus mengurangi kadar timbal Premium. Dari 0,5 cc per galon Amerika Serikat menjadi hanya 0,2 cc pada Mei 2001. Bahkan kilang minyak Balongan, penyuplai bensin Jabotabek, akan berhenti menyuntikkan timbal ke bensin mulai Juni 2001."
Sebagai gantinya, diinjeksi zat penaik oktan ramah lingkungan. Maunya, Premium non timbal sudah bisa dinikmati warga Jabotabek mulai Juli 2001, seluruh Jawa tahun 2002, dan seluruh Indonesia tahun 2003. Tapi praktiknya, jaringan pipa-pipa Pertamina butuh waktu minimal 3 - 4 tahun untuk membersihkan diri dari sisa-sisa timbal yang tersembunyi.
Selain itu, beda dengan Cina, India atau Filipina yang konsisten menghapus timbal, pemerintah kita terkenal sebagai pencinta jam karet. Pasalnya, sudah sejak 1990-an upaya menghapus timah hitam didengungkan, tapi sampai saat ini, statusnya tetap sebagai janji di awang-awang.
Tak ada salahnya, perbaikan dimulai dari diri sendiri, dengan mengonsumsi satu-satunya bensin nontimbal, Super TT. Mobil-mobil CBU (completely built-up) yang diimpor utuh langsung dari mancanegara atau mobil bikinan 1990-an ke atas, biasanya mensyaratkan pemakaian bahan bakar beroktan tinggi ini. Karena itu, dari pabriknya sudah dilengkapi catalitic converter (pengubah katalis), yang dipasang di saluran buang (knalpot), untuk mengurangi kadar CO, HC, dan NOx kendaraan.
"Bensin tanpa timbal dan catalitic converter memang satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan," ujar Agus Budi Hartono, Vice President PT Elnusa Petrofin. Tanpa pengubah katalis, berarti membiarkan racun tertentu selain timbal, tak tersaring. Sebaliknya, jika dipertemukan dengan bensin bertimbal, katalis pun bakal gampang jebol.
"Tapi, kalau mau jujur, racun yang dikeluarkan bensin tanpa timbal minus katalis (CO, HC, dan NOx) masih lebih baik ketimbang dampak timah hitam," lanjut Agus Budi. Jadi, penggunaan katalis memang bisa menyusul. Ini berlaku, baik untuk mobil-mobil keluaran 1990-an ke atas, maupun mobil lawas yang masih terawat dengan baik.
"Yang penting, ada niat untuk menyelamatkan Bumi. Mau membiasakan diri pakai bensin tanpa timbal saja sudah bagus. Setelah jalan, dilengkapi dengan katalis, ya lebih bagus lagi," tutur Agus, yang berkantor di jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Untuk mengarah ke sana, memang tak harus tergantung pada niat pemerintah.
Berpacu menutup lubang
Setelah puasa timbal, jangan lupa ikut andil dalam menutup lubang ozon. Periksa alat pendingin (AC) kabin kendaraan Anda, apakah masih menggunakan freon sintetis seperti R-12, R-22, atau R-134a. Soalnya, pendingin dari keluarga chlorofluoro carbon (CFC) ini dipercaya sebagai salah satu penyebab pemanasan global, yang bermuara pada pelubangan ozon.
Meski konsumsi zat-zat perusak ozon sudah dikurangi sampai 85%, lubang yang "diukirnya" di atas benua Antartika tetap saja bikin bulu kuduk berdiri. Konon, besarnya setara dengan tiga kali luas benua Australia. Astaga!
Padahal, lapisan ini bertugas menyaring sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan matahari. Ozon menyesuaikan kadar UV, sehingga bermaslahat buat manusia. Jika lubang ozon membesar, sinar matahari yang masuk tak lagi terkendali. Penyakit kulit, kebutaan, katarak sangat mudah menyerang. Bahkan Radio Inggris, BBC, baru-baru ini melaporkan maraknya kanker kulit di Australia, diduga berkaitan dengan bolongnya ozon.
Konon, andil CFC dalam proses perusakan lingkungan ini mencapai 15%. Sebenarnya, sebelum refrigeran (pendingin) CFC ditemukan tahun 1930-an, refrigeran alam seperti CO2, amonia, dan hidrokarbon sudah banyak digunakan. Namun kehadiran pendingin sintetis dengan ongkos produksinya yang irit, akhirnya menggeser pemanfaatan pendingin alam tersebut.
Baru setelah disadari daya rusaknya, mulai 1970-an CFC disunat pemakaiannya. Tahun 1992, Indonesia meratifikasi Konvensi Wina, Protokol Montreal, dan Amandemen London, yang dengan tegas mengarah pada penghapusan CFC. Jadi, meski belum lazim, pemakaian refrigeran non-CFC ini sebetulnya sebuah keniscayaan.
Pertanyaannya, bagaimana dengan bahan penggantinya? Sejak awal dekade 90-an, para ilmuwan di Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melakukan penelitian untuk mencari solusi. Mereka meneliti sifat termodinamika berbagai campuran hidrokarbon, terutama campuran protana-butana. Mulai 1998, penelitian terfokus pada bahan pendingin hidrokarbon (HC). Jadi, seperti di banyak negara, trend bahan pengganti ini mengarah ke bahan alam hidrokarbon. Alias back to nature.
ITB bahkan berhasil menelurkan refrigeran Indonesia, merek hycool® (PT Citra Total Buana Biru).
Walaupun tergolong barang baru, pendingin ini mengalami perkembangan sangat pesat. Selain tidak merusak ozon dan ramah lingkungan, dia juga memiliki berbagai keunggulan. Untuk beralih dari freon ke hidrokarbon misalnya, pemilik kendaraan tak perlu membeli AC baru. Dari berbagai pengujian, terbukti pendingin hidrokarbon bersifat drop-in substitute alias bisa langsung pakai.
Selain itu, pemakaiannya jauh lebih hemat ketimbang freon CFC. Masih dari hasil penelitian yang dilakukan ITB, untuk sebuah peralatan dengan kondisi dan waktu pemakaian yang sama, pendingin hidrokarbon yang dibutuhkan hanya sekitar 33% dari muatan freon keluarga CFC. Kecilnya jumlah pemakaian ini diharapkan bisa mengimbangi harga jualnya yang sedikit lebih mahal ketimbang pendingin CFC.
Kerjasama hidrokarbon dengan pelumas juga telah diuji. Hasilnya cukup mengesankan. Peningkatan asam yang biasanya terjadi dalam penggunaan keluarga CFC, bisa dihindari setelah memakai hidrokarbon. Penelitian juga menemukan, kandungan logam yang dihasilkan refrigeran hidrokaron sama dengan freon CFC. Artinya, pemakaiannya hanya menghasilkan sedikit saja keausan komponen.
Satu-satunya kendala, barangkali ketakutan pada sifat hidrokarbon yang mudah terbakar. Sampai saat ini, masih banyak konsumen yang beranggapan, refrigeran hidrokarbon mempunyai sifat sama seperti LPG, tak tahan godaan api. Namun sinyalemen ini ditepis Dr. Ir. Ari Darmawan Pasek, peneliti di Laboratorium Termodinamika ITB. "Kemungkinannya bisa dibilang hampir tak ada," ujarnya.
Alasannya, kandungan freon di kendaraan sangat sedikit, antara 1,5 ons hingga 3 ons. Selain itu, kebakaran baru bisa terjadi jika konsentrasi gas mencapai 2% hingga 10% dari total udara di ruangan. "Melihat konsentrasi mobil-mobil dewasa ini yang memiliki banyak ventilasi, rasanya mencapai konsentrasi 2% saja sulit," tambah Ari Darmawan.
Sekali lagi, niat baik menyelamatkan Bumi dituntut dari pemilik kendaraan. Sebuah prediksi menyebutkan, jika pengurangan pemanasan global terus berlangsung (mendekati 100%), sekitar 50 tahun mendatang manusia berpeluang menebus dosa-dosanya. Lubang ozon di atas benua Antartika akan makin mengecil dan tertutup rapat pada 2050.
Nah, kalau langkah-langkah tadi diserasikan dengan perawatan mesin yang memadai (minimal sesuai buku manual kendaraan), tak ragu-ragu lagi, mobil Anda berhak menyandang gelar ramah lingkungan. Gampang, 'kan?

Sumber : Hycool

Jumat, 03 Desember 2010

New Honda CR-Z Couple Economy Car

Tokyo - Honda CR-Z terpilih sebagai mobil terbaik di Jepang dari Japan Car of the Year Executive Committee. CR-Z mampu mengalahkan pesaing-pesaing lainnya seperti Toyota Mark X, Nissan March, Mazda Premacy, Suzuki Swift, Volkswagen Polo, Mercedes-Benz E-Class, BMW 5-Series, Peugeot RCZ, dan Jaguar XJ.

Honda CR-Z dinilai sebagai sebuah hatchback sport hybrid pertama yang berhasil mencapai keseimbangan antara efisiensi bahan bakar dari teknologi hybrid dan
performa berkendara sebuah mobil sport, disamping desainnya sendiri yang unik dan futuristik.

Presiden & CEO Honda Motor Corporation Takanobu Ito dalam situs resmi Honda menuturkan dengan diterimanya Honda CR-Z sebagai mobil terbak di Jepang membuktikan mobil ramah lingkungan yang fun to drive dengan harga terjangkau makin dicari.

"Ke depannya, Honda akan terus menyebarkan kesenangan berkendara ini secara lebih luas lagi," ujarnya, Rabu (10/11/2010).

Honda CR-Z merupakan mobil hybrid yang mengusung mesin i-VTEC 1,5 liter dan juga tenaga baterai Integrated Motor Assist (IMA).

Karena memiliki mobil hybrid, mobil ini cukup irit BBM. Sesuai dengan standar pengujian yang dilakukan oleh Kementrian Infrastruktur, Transportasi, dan kepariwisataan Jepang, Honda CR-Z mencatat konsumsi bahan bakar 1 liter untuk 25 kilometer pemakaian di dalam kota.

Sejak diluncurkan pertama kali pada Januari 2010 silam, Honda CR-Z telah dijual di Jepang dan kawasan lain seperti Uni Eropa, Amerika Utara, serta Australia dan Selandia Baru.

CR-Z pun pernah mampir ke Indonesia pada bulan Juli 2010 lalu dalam Indonesia International Motor Show.







Harga di luar negri sekitar $19,200 - $23,210 jika di rupiahkan Rp. 172800000 - Rp. 208.890.000. Tetapi kata Operation Manager Honda Surabaya Center, Wendy Miharja " Bila mobil ini terdaftar
dalam ATPM Indonesia, harganya bisa mencapai Rp 499 juta termasuk pajak".


Jadi lebih baik beli di luar Indonesia yah tapi di tambah dengan pajak bla2nya hehe ^^.


Sumber : Detik.com

Sabtu, 23 Oktober 2010

Some Alternative Energy Can Use in Indonesia







First is Solar Cell, because Indonesia is country with tropical climate have more sunlight than other land. A solar cell is a solid state device that converts the energy of sunlight directly into electricity by the photovoltaic effect. Assemblies of cells are used to make solar modules, also known as solar panels. The energy generated this from solar modules, referred to as solar power, is an example of solar energy.

Photovoltaics is the field of technology and research related to the practical application of photovoltaic cells in producing electricity from light, though it is often used specifically to refer to the generation of electricity from sunlight.

Cells are described as photovoltaic cells when the light source is not necesssarily sunlight. These are used for detecting light or other electromagnetic radiation near the visible range, for example infrared detectorsor measurement of light intensity.

Second is Windmill, because Indonesia it is a archipelagic country with a fairly high wind intensity similar to the Dutch state. A windmill is a machine which converts the energy of wind into rotational motion by means of adjustable vanes called sails. The main use is for a grinding mill powered by the wind, reducing a solid or coarse substance into pulp or minute grains, by crushing, grinding, or pressing. Windmills have also provided energy to sawmills, paper mills, hammermills, and windpumps for obtaining fresh water from underground or for drainage (especially of land below sea level).


Third is Geothermal Energy, because Indonesia have many active volcanoes. Geothermal power (from the Greek roots geo, meaning earth, and thermos, meaning heat) is energy made by heat inside the Earth's crust. This geothermal energy comes from radioactive decay of minerals, and from solar energy taken in at the surface. It has been used for bathing from Paleolithic times, but is now better known for making electricity. All over the world, geothermal energy has been used to make about 10 gigawatts of electricity in 2007, and give 0.3% of the electricity needed around the world. Buildings in Iceland are heated in this way from the country's many geothermal sites.

Source of Wikipedia