Tampilkan postingan dengan label Tips and Trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trick. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Aplikasi Pemutar Video & Deteksi Kerusakan Hardisk


Untuk anda yg masih binggung memilih aplikasi apa yg dapat digunakan untuk memutar berbagai jenis Video, kini hadir K-Lite Mega Codec Pack yang dapat memutar hampir semua tipe video berdasarkan permintaan pengguna. 

Selain itu ada juga HD Tune Free yang dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada hardisk anda. Gejala yg terkadang kita rasakan adalah melambatnya kinerja komputer itu juga terpengaruh dari kinerja hardisk kita. Maka HD Tune hadir untuk membantu kita memprediksi kira2 kapan hardisk kita akan rusak total sehingga tidak bisa digunakan lagi.



Semoga bermanfaat untuk semua!

Download : Klite Mega Codec Pack
HD Tune

Just4FunOnly

Sabtu, 24 November 2012

Manajemen Kontrol Keamanan (Post Test)



Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Maka berikut adalah penjelasan bagaimana sebuah Sistem Informasi dilindungi.

Aset Sistem Informasi yang harus di lindungi melalui sistem keamanan dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu 
1. Aset Fisik, meliputi :
a. Personnel
b. Hardware (termasuk media penyimpanan, dan periperalnya)
c. Fasilitas
d. Dokumentasi dan
e. Supplies
2. Aset Logika
a. Data / Informasi dan
b. Sofware (Sistem dan Aplikasi)

Gambar Aset yang harus di lindungi

Pelaksanaan Program Keamanan (Conducting a Security Program)
Langkah-langkah utama pelaksanaan Program keamanan yaitu

Gambar Langkah Utama dalam Pelaksanaan Program Keamanan

Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan) Perencanaan proyek untuk tinjaun kemanan mengikuti item sbb :
a. Tujuan Review
b. Ruang Lingkup (Scope) Review
c. Tugas yang harus dipenuhi
d. Organisasi dari Tim Proyek
e. Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
f. Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas
Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)
Katagori asset :
a. Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
b. Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
c. Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
d. Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans, insurance policies, contracts)
e. Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
f. Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
g. Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
h. Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software,
Spreadsheets)
Penilaian Kekayaan (Valuation of asset)
Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker (1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.

Gambar Faktor Efek Penilaian Keamanan SI

Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)
Gambar Lapisan Jenis Ancaman
Sumber ancaman External :
1. Nature / Acts of God
2. H/W Suppliers
3. S/W Suppliers
4. Contractors
5. Other Resource Suppliers
6. Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through fair or unfair competition)
7. Debt and Equity Holders
8. Unions (strikes, sabotage,harassment)
9. Governmnets
10. Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
11. Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)
Sumber ancaman Internal :
1. Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang tidak cukup.
2. Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase, extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
3. Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas. Penilaian Kemungkinan Ancaman (Threats LikeIihood Assessment)
Contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.

Analisis Ekspose (Exposures analysis)
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
1. Identification of the controls in place
2. Assessment of the reliability of the controls in place
3. Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
4. Assess the resulting loss if the threat is successful



Gambar Tugas utama tahap analisis ekspose


Gambar Ancaman, keandalan kontrol, cakupan control, dan ekspose

Kesimpulan : 
Keamaman Sistem Informasi sangat dibutuhkan untuk mendukung keberadaan Sistem Informasi tersebut terlebih terlalu banyak ancaman yang datang dari internal maupun external. Sehingga dalam mengamankan suatu Sitem Informasi dapat melakukan tahap - tahap yang terdapat di atas.

Sumber : http://farida.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16712/Bab+6+-+Mnj+Kontrol+Keamanan.pdf








Kamis, 22 November 2012

Manajemen Kontrol Keamanan (Pre Test)

Video Contoh Sistem Informasi yang di bobol

Terdapat 11 bidang yang bersifat universal  dalam Keamanan Suatu Sistem Informasi yaitu :
1. Pelaksanaan Pengelolaan Keamanan (Security Management Practices).
Berhubungan dengan mengidentifikasi asset (informasi) perusahaan, menentukan tingkat pengamanan asset tersebut, menaksir anggaran keamanan yang diperlukan dan menyelaraskan antara anggaran yang tersedia dengan asset yang akan dilindungi.
 Cakupan yang di tangani : alur pertanggung-jawaban, administrasi, model keamanan organisasi. keperluan keamanan untuk bisnis, pengelolaan risiko, analisa risiko, prosedur, bakuan, kebijaksanaan, lapisan/ring keamanan, klasifikasi data, dan sosialisasi aspek keamanan

2 Sistem dan Metodologi Pengendalian Akses
(Access Control Systems and Methodology).
Berhubungan dengan mekanisme/metode pengendalian akses, identifikasi, otentifikasi dan otorisasi dan pemantauan penggunaan sistem
Cakupan yang di tangani: Identifikasi, Otentikasi, Otorisasi, Model-model Pengendalian Akses, Teknik Kendali Akses, Metoda PengendalianAkses, Administrasi Pengendalian Akses, Ancaman-ancaman Pengendalian Akses
 Contoh dari bidang ini : User-Name, Sidik-Jari, Tanda-tangan, Kartu Anggota
– Otentifikasi:
● Password
● Tanya-Jawab
– Otorisasi:
● Akses
● Ubah
● Hapus Berkas.

3 Keamanan Telekomunikasi dan Jaringan
(Telecommunications and Network Security)
Berhubungan dengan teknologi dan protokol jaringan, perangkat jaringan terkait dan aspek keamanan terkait yang terkait

Ruang Lingkup bidang ini
– model tujuh lapisan jaringan ISO/OSI
– model rujukan protokol TCP/IP
– topologi LAN, MAN, WAN, VPN
– perangkat jaringan
– perangkat nirkabel
– firewall
– aspek keamanan

4 Kriptografi (Cryptography).
Berhubungan dengan metoda dan teknik penyembunyian

Cakupan dari bidang ini : kriptografi simetrik, Kriptografi asimetrik, kekuatan kunci, system kriptografi, PKI: Public Key


5 Model dan Arsitektur Keamanan (Security Architecture & Models).

Berhubungan dengan konsep, prinsip dan standar untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi, system operasi, dan sistem yang aman.

Cakupan Bidang ini: keamanan arsitektur computer, hak minimum, domain, model keamanan, BS/ISO 17799, Sistem terbuka vs. sistem tertutup, Sertifikasi vs. Akreditasi, dan Ancaman terhadap model dan arsitektur keamanan

Prinsip-prinsip pada bidang ini
– hak minimum (least previlage)
– pertahanan berlapis (defense in depth)
– pembatasan gerbang (choke point)
– titik terlemah (weakest link)
– pengamanan kegagalan (fail-safe stance)
– partisipasi total (universal participation)
– aneka pertahanan (diversity of defense)
– kesederhanaan (simplicity)

6 Keamanan Pengoperasian (Operations Security).
Berhubungan dengan konsep, prinsip dan standar untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi, system operasi, dan sistem yang aman.

Cakupan bidang ini :
– pemisahan tugas dan wewenang
– alur pertanggung-jawaban (accountability)
– perekrutan Sumber Daya Manusia
– pengendalian keluaran/masukan
– pengendalian pengelolaan perubahan
– penyerangan (attack)
– penyusupan (intrusion)
– penanggulangan virus dan cacing

7 Keamanan Aplikasi dan Pengembangan Sistem (Application and Systems Development Security).
Berhubungan dengan berbagai aspek keamanan serta kendali yang terkait pada pengembangan sistem informasi.

Cakupan bidang ini :
– Tingkatan Kerumitan Fungsi dan Aplikasi
– Data
– Pengelolaan Keamanan BasisData
– SDLC: Systems Development Life Cycle
– metodology pengembangan aplikasi
– pengendalian perubahan perangkat lunak
– program bermasalah
8 Rencana Kesinambungan Usaha dan Pemulihan Bencana 
(Disaster Recovery and Business Continuity Plan -- DRP/BCP).
Berhubungan dengan bagaimana aktifitas bisnis dapat tetap berjalan meskipun terjadi gangguan atau bencana.
Cakupan bidang ini:
– Indentifikasi Sumber Daya Bisnis
– Penentuan Nilai Bisnis
– Analisa Kegagalan (impact) Bisnis (BIA)
– Analisa Kerugian
– Pengelolaan Prioritas dan Krisis
– Rencana Pengembangan
– Rencana Implementasi
– Rencana Pemeliharaan
9 Hukum, Investigasi, dan Etika (Laws,
Investigations and Ethics).

Berhubungan dengan berbagai jenis aturan yang terkait dengan kejahatan komputer dan legalitas transaksi elektronik, serta membahas masalah etika dalam dunia komputer.

Cakupan bidang ini:
– Hukum, Aturan, dan Etika
– Transaksi Elektronis
– Hak Kekayaan Intelektual
– Pembajakan
– Undang-undang keamanan dan eksport
– Penyelidikan Kejahatan Komputer
– Privasi
10 Keamanan Fisik (Physical Security).
Berhubungan dengan berbagai ancaman, resiko dan kontrol untuk
pengamanan fasilitas sistem informasi.

Cakupan bidang ini:
– Kawasan Terbatas
– Kamera Pemantau dan Detektor Pergerakan
– Bunker (dalam tanah)
– Pencegahan dan Pemadaman Api
– Pemagaran
– Peralatan Keamaman
– Alarm
– Kunci Pintu

11 Audit (Auditing).

Berhubungan dengan konsep dasar auditing sistem informasi terkait
dengan masalah keamanan sistem informasi.

Cakupan Bidang ini:
– Rencana Audit
– Kendali
– Tujuan Kendali
– Metoda Audit
– Testing
– Pengumpulan Bukti
– Teknik Audit Berbantuan Komputer

Sumber : http://rms46.vLSM.org/2/130.pdf

Selasa, 26 Juni 2012

Resensi Novel - Tugas Bahasa Indonesia 2

Sandra Brown
Send No Flower
Bersemi Dalam Badai

Sejak Kematian suaminya, Alicia Russell membesarkan kedua anaknya seorang diri. saat badai memorak-morandakan pondok liburan alicia dan dua anaknya, ia terpaksa harus menerima bantuan seorang pia asing. Pierce Reynolds yang tampan, seksi dan misterius memberikan perhatian yang dibutuhkan anak-anak alkicia. tapi pria itu juga mengingatkan alicia bagaimana rasanya membutuhkan dan diinginkan seorang pria. Pierce menunjukan cinta yang sekakan tiada akhir, tapi pria itu juga sering menutup diri dan menyembunyikan rahasia dari alicia. namun alicia tidak mau melepaskan pierce begitu saja.Bagi alicia, hanya maut yang bisa memisahkan cinta mereka.

Novel yang berisi 9 bab dengan 264 halaman ini cukup menarik untuk dibaca karena sang pengarang sandra brown membuat konflik batin pemeran utama dibumbui berbagai intrik dan cinta.

Penerbit Pt Gramedia Pustaka Utama

Nama : Antonius Catur Nugroho
NPM : 10109536
Kelas : 3KA03

Pidato Global Warming - Tugas Bahasa Indonesia 2


Selamat Sore, Salam Sejahtera bagi kita semua, yang terhormat Ibu Margaretha Sumarwati selaku dosen Bahasa Indonesia 2, dan yang terkasih teman-teman di kelas 3KA03. Pada Sore hari ini kita tak henti – hentinya bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa kita masih bisa hadir di sini untuk menyampaikan pidato singkat ini.
Global Warming atau pemanasan global sering kita dengan tahun-tahun terakhir ini tapi apa itu pemanasan global adalah proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer,laut dan daratan bumi. Hal itu terjadi akibat meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca oleh aktifitas manusia yang berasal dari kendaraan bermotor, pabrik dan kegiatan industry, penggunaan AC dan masih banyak lagi. Gas tersebut sebagian besar berisi CO2, gas methana dan masih banyak lagi. CO2 berasal dari kendaraan bermotor, kebakaran hutan dan masih banyak lagi, sedangkan gas methana berasal dari konsumsi daging sapi yang berlebihan oleh manusia, sapi menghasilkan gas methan sebesar 120Kg/tahun. Efek langsung yang terasa bagi kita badai tropis, pola cuaca yang berubah, banjir, longsor, kekeringan, muncul berbagai penyakit, dan kenaikan air laut. Menurut prediksi para ahli geologi, akibat kenaikan air laut Indonesia terancam kehilangan 4000 pulau karena tengelam pada tahun 2100. Bahayanya pemanasan global sangat mengancam bagi kita jadi bagaimana kita mencegahnya, pertama mari kita budayakan menanam pohon minimal 1 pot atau pohon di rumah kita sendiri, kedua perbaiki perilaku boros kita, seperti penggunaan kendaraan bermotor hanya untuk jarak jauh, penggunaan AC hanya saat cuaca buruk, dan konsumsi daging sapi di minimalisir,buang sampah pada tempatnya, juga hemat energi. Ketiga kita harus sadar bahwa kita hidup bersama dan masih ada generasi penerus kita.
    Demikian pidato singkat saya tentang pemanasan global. Mohon maaf atas kesalahan dalam kata – kata yang saya ucapkan. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.


Nama    : Antonius Catur Nugroho
NPM    : 10109536
Kelas    : 3KA03

Jumat, 30 Maret 2012

Laporan Kegiatan OMK - Malam Keakaraban OMK XIII di Cisarua,Jawa Barat


Kata Pengantar

Puji syukur pada Tuhan kita Yesus Kristus, karena berkat rahmat dan kasih Nya Orang Muda Katholik Wilayah XIII Santo Yohanes Berchmans  Paroki Santo Robertus Bellarminus, Cililitan dapat menyelengarakan acara “Malam Keakraban dan Evaluasi OMK XIII “ tanggal 28-29 Juni 2011 di Villa Arga Sonya, Cisarua.
Acara tersebut dapat terlaksana dengan lancar dan sukses berkat dukungan dari Rm. Agustinus Heri Wibowo,Pr. Para ketua lingkungan Makasar Utara, Tengah dan Selatan, Koordinator Wilayah XIII serta seluruh umat wilayah XIII.
Dengan demikian maka kami membuat Laporan kegiatan tentang Malam Keakraban dan Evaluasi OMK XIII sebagai wujud terimkasih kami pada semua yang sudah mendukung dan membantu kami.





BAB 1 Pendahuluan

A. Latar Belakang
Latar belakang kami mengadakan acara Malam Keakraban OMK XIII adalah menyadari bahwa wilayah / lingkungan sebagai pemberdaya komunitas basis, maka OMK Wilayah XIII mengadakan kegiatan Malam Keakraban dan Evaluasi OMK XIII untuk sekali lagi mengumpulkan seluruh OMK Wilayah XIII serta memupuk kembali tali persaudaraan yang erat lewat acara ini. 

B. Tujuan
            Berikut merupakan tujuan utama kami menyelengarakan acara ini :
1.      Menumbuhkan kesadaran & semangat baru untuk mengembangkan OMK XIII.
2.      Mengembangkan kemampuan OMK yang kreatif & berkualitas.
3.      Memupuk rasa kebersamaan serta rasa memiliki tanggung jawab sebagai seorang OMK.
4.      Menciptakan tali persaudaraan yang erat antar OMK.
5.      Menjalin kerjasama antar OMK dalam menghadapi sebuah masalah.
6.      Mengenal alam serta menjaga dan melestarikannya.
7.      Pengantian pengurus OMK Periode 2009-2011 ke periode 2012-2015

C. Sasaran
Kegiatan Malam Keakraban dan Evaluasi OMK XIII ini dutujukan untuk OMK Wilayah XIII.

D. Hasil yang diharapkan
            Kami mengharpkan semakin banyak OMK yang tergerak hatinya untuk terjun ke lingkungan,wilayah maupun paroki untuk memperbaruhi semangat melayani dan berbagi pada sesama dan terus menjaga dan melestarikan alam sebagaimana mestinya.

BAB II. PELAKSANAAN

A. Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Malam Keakraban dan Evaluasi OMK XIII ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Juni 2011 sampai Rabu, 29 Juni 2011.


B. Strategi Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai macam kegiatan berawal dari saling mengenalkan teman omk satu persatu dengan games yang menghibur. Kemudian dilanjutkan dengan acara Tongkat Estafet yaitu pemilihan pengurus OMK periode 2012-2015. Di keesokan hari akan dilakukan games – games kekompakan serta mencetuskan janji – janji kami sebagai OMK XIII untuk menjaga serta melestarikan Lingkungan Hidup sebagai tempat tinggal yang layak bagi kami.

BAB III. HASIL KEGIATAN

A. Hasil yang dicapai
Secara umum kami akan dijelaskan hasil dari kegiatan ini, Pertama pemilihan Ketua dan Pengurus OMK XIII periode 2012 – 2015 dengan susunan sebagai berikut :
Ketua OMK Periode 2012 – 2015      : Andreas Wisnu Pradana (Makasar Utara)
Sekertaris                                            : Antonius Luki Makawimbang (Makasar Utara)
Bendahara                                           : Teodora Adventina Rosari (Makasar Selatan)
Humas                                                 : Anastasia Holly Anggreani (Makasar Tengah)
Berikutnya acara berjalan dengan lancar dan berakhir dengan baik dan mendapat banyak pengalaman baru berupa mengenal alam lebih dekat serta terjalinnya kekompakan antar OMK.

 B. Kendala Yang Dihadapi
            Secara umum tidak ada kendala berat yang dihadapi panitia maupun peserta, hanya sedikit keterlambatan di beberapa acara tetapi semua berakhir dengan baik.




BAB IV. Penutup

A. Kesimpulan
Secara keseluruhan, acara Malam keakraban dan Evaluasi OMK XIII berlangsung dengan baik karena dukungan semua pihak baik materi maupun moril. Telah terpilihnya pengurus baru semoga semakin lebih baik dan lebih semangat lagi untuk menghidupkan acara di lingkungan, wilayah, dan paroki.

B. Saran
            Semoga semakin banyak acara serupa di lingkungan, wilayah dan paroki.

Hormat Kami
Penulis


Antonius Catur Nugroho
Universitas Gunadarma
3KA03 / 10109536

Jumat, 23 Desember 2011

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 1 - Resume Artikel Ilmiah

ABSTRAK
Pengembangan sistem informasi lapas narkoba yang diharapkan dapat membantu Badan Narkotika Nasional beserta instansi penegak hukum lainnya dalam mengungkap kejahatan – kejahatan narkoba yang bersifat internasional dan lokal. Analisa Aplikasi Sistem informasi lapas narkoba yang menggunakan sistem berbasis web menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP) dan Mysql sebagai database-nya serta menggunakan apache sebagai web servernya. Selain sumber daya manusia, penerapan sistem informasi lapas narkoba juga harus diikuti dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang baik sehingga sistem secara keseluruhan dapat terintegrasi dengan baik dan dapat dikembangkan dengan data – data narapidana di seluruh dunia, dikarenakan beberapa kejahatan narkoba dikendalikan oleh sindikat internasional. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan data exportir maupun importir prekursor yang berada di database National Single Window (NSW).
Kata kunci : system informasi lapas, narkoba, collaboration diagram, sequence diagram, class diagram, activity diagram, database, PHP. 

PENDAHULUAN
Salah satu kejahatan yang paling diperhatikan di dunia saat ini adalah kejahatan terorisme dan narkoba karena dua kejahatan ini mempunyai keterikatan satu sama lain. Narkoba yang dalam hal ini adalah salah satu “tulang punggung” dari dana yang digunakan untuk membiayai aksi terorisme. Kejahatan narkoba adalah kejahatan yang dikendalikan oleh sindikat lokal maupun internasional dan untuk menangani ini diperlukan koordinasi antar penegak hukum seperti Kepolisian, Kementerian Hukum dan Ham, BNN, Bea dan Cukai, Kejaksaan, Mahkamah Agung dan lain – lain. Selain  kordinasi penegak hukum di dalam negeri diperlukan juga kordinasi penegak hukum antar negara melalui Interpol. Permasalahan kordinasi ini yang paling penting saat ini, kordinasi yang dilakukan selama ini hanya menggunakan data – data yang minim sekali diantara penegak hukum di Indonesia.
Jika kita bandingkan dengan negara tetangga maka negara kita sangat jauh tertinggal mengenai data – data para narapidana, baik itu yang menyangkut kejahatan narkoba dan juga kejahatan lainnya. Selain itu terdapat juga kerjasama antar negara dalam memerangi narkoba yang dibina oleh PBB dibawah naungan UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime). Setiap tahun setiap negara wajib melaporkan apa yang terjadi di negara masing – masing terkait kejahatan narkoba oleh lembaga atau badan yang dibuat khusus untuk mengawasi peredaran narkoba, seperti Amerika Serikat dengan Drugs Enforcement Administration (DEA), Malaysia dengan Agen Dadah Kebangsaan (ADK) dan Indonesia dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Setiap Negara diwajibkan mengisi form Annual Report Questionnaire (ARQ) setiap tahunnya dan juga Biennial Report Questionnaire (BRQ) setiap dua tahun untuk melaporkan perkembangan kejahatan narkoba di negara masing – masing. Data – data napi narkoba selama ini juga tidak pernah diintegrasikan dengan database importir dan exportir prekursor yang ada di dalam sistem NSW (National Single Window). 

Rumusan Masalah
Selama ini data diri para narapidana maupun tahanan narkoba yang dilaporkan dari Lapas yang dilaporkan kepada Badan Narkotika Nasional dan Ditjenpas hanya berupa narasi saja dan tidak lengkap seperti tidak adanya foto maupun rumus sidik jari dan hanya beberapa data saja seperti nama, alamat dan vonis saja. Data pengunjung selama ini juga tidak pernah dilaporkan kepada Badan Narkotika Nasional maupun Ditjenpas dari Lapas tersebut.
Penggunaan sistem berbasis komputer sangat diperlukan untuk menampung data - data detail dari narapidana maupun tahanan secara lengkap dan akurat serta juga menyimpan data - data dari para pengunjung narapidana tersebut sehingga bisa membantu kinerja Badan Narkotika Nasional dalam memecahkan kasus narkoba dan bahkan bisa juga digunakan instansi lainnya dalam memecahkan kasus - kasus lainnya seperti terorisme.
Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) melalui penggunaan Sistem Informasi yang berbasiskan komputer sebagai media pembantu dalam mendatakan para narapidana yang ada di Lapas akan sangat membantu dalam memecahkan masalah narkoba. Selain itu penggunaan teknologi informasi ini bisa diintegrasikan dengan sistem dari negara lain yang terhubung dengan Interpol sehingga jaringan – jaringan kejahatan narkoba di seluruh dunia dapat dengan mudah diungkap.
Batasan Masalah
Dalam melakukan pengembangan sistem informasi narapidana narkotika, ada beberapa tahap yang harus dilakukan oleh perancang sistem. Di dalam penulisan ini, penulis telah melakukan survey langsung di lapangan, penelitian, wawancara dengan para petugas Lapas hingga tahap implementasi sistem dengan menggunakan data registrasi napi, laporan data napi dari Lapas ke Ditjenpas serta surat keputusan pengadilan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan. Aplikasi menggunakan sistem berbasis web menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP) dan Mysql sebagai database-nya serta menggunakan apache sebagai web servernya. Sedangkan untuk sistem operasi menggunakan linux ubuntu versi 9.10 dengan menggunakan control panel ISPConfig untuk memudahkan administrator sistem dalam mengelola web server nya. Untuk memudahkan administrasi database menggunakan PHPMyAdmin karena sangat mudah digunakan dan berbasis web. Pemodelan sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML) dengan Rational Rose Enterprise versi 7.0 sebagai alat bantu software dan juga Microsoft Office Visio 2003 dalam pembuatan skema jaringan dan flowchart. 

Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan tesis ini adalah melakukan pengembangan sistem informasi lapas narkoba yang diharapkan dapat membantu Badan Narkotika Nasional beserta instansi penegak hukum lainnya dalam mengungkap kejahatan – kejahatan narkoba yang bersifat internasional dan lokal sehingga para penegak hukum bisa dapat saling berbagi informasi mengenai para tersangka yang selama ini telah ditangkap dan dipenjara, selain para penegak hukum yang berada di dalam negeri, sistem ini juga digunakan untuk para penegak hukum yang tergabung dalam Interpol untuk saling bertukar informasi. Karena sebagian besar saat ini narkoba dikendalikan dari dalam penjara.
Selain tujuan penulisan diatas, tujuan lainnya adalah pembuatan database narapidana yang tidak hanya sistem ini digunakan untuk menangani kejahatan narkoba saja, tetapi juga digunakan untuk kejahatan – kejahatan lainnya yang berhubungan dengan transaksi narkoba seperti money laundering atau pencucian uang dan juga terorisme.
Sistem ini tidak hanya diharapkan untuk mengungkap kasus – kasus saja, tetapi juga berguna untuk membantu membantu dalam pembuatan laporan Annual Report Questionnaire (ARQ) yang harus diisi setiap tahun dan Biennial Report Questionaire (BRQ) yang harus diisi setiap dua tahun sekali yang diberikan oleh UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) kepada setiap badan yang mengawasi narkoba ditiap negara nya masing-masing, yang dalam hal ini BNN mewakili Indonesia. Serta sistem ini juga dapat mempermudah di dalam pelaporan kepada presiden dan masyarakat Indonesia dalam bentuk LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) setiap tahunnya. Di setiap LAKIP juga disertakan berapa jumlah anggaran yang digunakan dalam suatu kegiatan, anggaran - anggaran ini bersumber dari pajak masyarakat Indonesia sehingga setiap uang yang dikeluarkan harus dipertanggung jawabkan, apakah dana yang digunakan telah benar - benar digunakan untuk menangani permasalahan narkoba di Indonesia. 

TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam bidang tertentu. Di dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini dikarenakan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien. Definisi sistem informasi pada abad ke 21 telah bergeser menjadi teknologi sistem informasi yang mempunyai lima komponen yaitu hardware, programs, data, procedure dan people.

Data, Informasi dan Basis Data
Data adalah sekumpulan fakta yang menggambarkan keadaan di dalam organisasi maupun lingkungan yang dilihat secara fisik. Data adalah bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item. Data adalah bentuk belum bias dilihat manfaatnya secara langsung bagi si penerimanya dan diperlukan proses untuk dapat mengolahnya menjadi informasi.
Informasi adalah kumpulan data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk yang berguna dan berarti bagi si penerimanya selain itu informasi juga didefinisikan sebagai pengetahuan yang didapat dari pembelajaran, pengalaman, dan atau instruksi. Namun semua ini bisa dilihat dari konteksnya. Basis data atau database ialah kumpulan dari informasi yang berbasiskan komputer sehingga pengelolaan data maupun informasi bisa dilakukan secara sistematik dan cepat. Perangkat lunak yang digunakan di dalam basis data berbasiskan komputer adalah Database Management System (DBMS). 

Unified Modelling Language
Pemodelan (modeling) ialah suatu proses di dalam merancang suatu perangkat lunak sebelum dilakukannya pengkodean (coding). Melakukan pembuatan sebuah model dari sebuah sistem yang kompleks sangatlah penting karena kita tidak dapat memahami sistem secara menyeluruh. Semakin kompleksnya sebuah sistem maka semakin pentingnya teknik pemodelan yang digunakan dalam merancang sistem tersebut.
Unified Modelling Language (UML) adalah sistem arsitektur yang menggunakan Object Oriented Analysis Design dengan menggunakan satu bahasa yang konsisten untuk menspesifisikan, memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan obyek – obyek dari sebuah sistem software untuk memodelkan bisnis dan komponennya. Dengan menggunakan UML dapat membantu tim dari sebuah proyek untuk berkomunikasi, memeriksa potensi rancangannya dan menyetujui arsitektur rancangan dari proyek software tersebut.
Unified Modeling Language mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1. Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
2. Memberika bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.
3. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam permodelan. 

Rational Rose
Dalam melakukan suatu rancangan sistem berbasis computer, langkah awal yang penting dilakukan adalah membuat analisis sistem berupa diagram. Hal ini bertujuan agar si programmer nantinya tidak mengalami kesulitan. Simbol-simbol diagram UML yang digunakan dalam penulisan tesis ini dibuat dengan menggunakan Software Rational Rose Enterprise Versi 7 

Perangkat Teknologi yang Digunakan
Untuk membangun aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba yang berbasiskan web diperlukan beberapa sumber daya yang salah satu diantaranya adalah perangkat dari teknologi itu sendiri. Untuk membangun Sistem Informasi Lapas Narkoba, teknologi aplikasi yang digunakan berbasiskan open source untuk mendukung gerakan IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang dicanangkan pemerintah. Adapun perangkat teknologi yang digunakan dalam pembangunan aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba berbasis web. 

Sistem Jaringan Sistem Informasi Lapas Narkoba
Di dalam jaringan komputer sistem informasi lapas narkoba untuk setiap kementerian atau lembaga terhubung menggunakan teknologi VPN IP yang menggunakan metode site to site VPN sehingga kecepatan menjadi prioritas utama. Sedangkan untuk hubungan dari lapas – lapas ke server pusat hanya menggunakan ADSL saja dan menggunakan metode remote access VPN, penggunaan ini lebih murah dari segi biaya tetapi kecepatan akses lebih sedikit.
Skema jaringan Sistem Informasi Lapas Narkoba Modem ADSL ( Speedy ) INTERNET DAN VPN IP ` Terinstal Aplikasi OpenVPN OpenVPN Remote Access VPN server Server Aplikasi Lapas Seluruh Indonesia Modem VPN IP ` Terinstal Aplikasi OpenVPN Kepolisian Modem VPN IP ` Terinstal Aplikasi OpenVPN Kejaksaan Pimpinan Ditjen Pemasyarakatan Jaringan Wifi Mall / Gedung DPR / lainnya Firewall BNN Modem VPN IP ` Terinstal Aplikasi OpenVPN Pengadilan Modem VPN IP ` Terinstal Aplikasi OpenVPN Ditjen Pemasyarakatan

Pengertian Firewall
Firewall adalah teknologi pengamanan yang digunakan saat ini untuk “menyaring” aktifitas yang masuk atau keluar ke dalam sistem. Firewall dibagi kedalam dua macam yaitu yang bekerja di network layer dan yang bekerja di application layer. Untuk firewall yang bekerja di network layer, proses firewall adalah membuka atau menutup port dan juga membuat DMZ (Demiliterized Zone) sehingga sistem yang digunakan di dalam firewall bisa menggunakan IP local untuk bisa melakukan transaksi di internet, sedangkan IP public nya diletakkan di dalam firewall untuk mengelabui para cracker jika sewaktu-waktu sistem itu diserang. Teknologi firewall yang digunakan adalah iptables dan sudah termasuk di dalam sistem operasi linux. Sedangkan untuk firewall yang bekerja di application layer menggunakan mod_security modul yang ada di apache web server. 

Pengertian Remote Access VPN
Remote access VPN adalah proses autentifikasi Virtual Private Network (VPN) dengan menggunakan kunci digital yang diletakkan di dalam komputer / PC dan kunci digital itu dibuat oleh remote access VPN server. Untuk melakukan otentifikasi setiap kali sebuah client melakukan transaksi, kunci digital akan dicocokkan oleh server apakah dia boleh masuk ke dalam jaringan di dalam atau tidak. Teknologi remote access VPN yang digunakan adalah menggunakan OpenVPN.


Pengertian Web Server
Web Server merupakan sebuah perangkat lunak yang bertugas menerima permintaan client melalui port HTTP maupun HTTPS dan merubah isi yang ada ke dalam format HTML. Terdapat beberapa format selain HTML yaitu PHP atau ASP, tetapi format – format tersebut hanyalah berfungsi untuk menghubungkan HTML dengan database. Web server saat ini di dominasi oleh Apache yang berbasiskan open source dan sudah sangat mudah untuk diinstall. Banyak aplikasi yang sudah menggabungkan Apache dengan modul – modul lain seperti PHP dan Mysql, baik itu yang berbasiskan Windows maupun Linux. Aplikasi gabungan itu antara lain adalah XAMPP.

Pengertian PHP
PHP adalah singkatan dari Hypertext PreProcessors, PHP saat ini adalah bahasa pemrograman interpreter yang paling banyak digunakan saat ini dikarenakan bersifat open source dan juga paling banyak didukung oleh banyak web server. PHP dapat digunakan oleh banyak sistem operasi dari Windows, Linux maupun BSD. PHP umumnya diintegrasikan dengan aplikasi database yang juga open source seperti MySQL maupun PostgreSql, tapi bisa juga diintegrasikan dengan Microsoft SQL, Access maupun Oracle.

METODE PENELITIAN
Sistem yang selama ini berjalan dari laporan data narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan.
Sistem pelaporan selama ini dari Lembaga Pemasyarakatan ke Direktorat Pembinaan Khusus Narkotika adalah menggunakan form yang sudah standar, tetapi di dalam form tersebut data – data tidak bisa dipakai untuk proses penyelidikan lebih lanjut, contoh data yang sangat dibutuhkan untuk penyelidikan lebih lanjut adalah foto dan sidik jari yang selama ini dibuat di dalam laporan polisi hanyalah berupa rumus saja dan bukan berbentuk image, selain itu juga data - data pengunjung yang datang. Kenapa data pengunjung sangat penting, karena selama ini diindikasikan narkoba paling „aman‟ dikendalikan dari dalam penjara itu sendiri. 

HASIL DAN PEMBAHASAN
Spesifikasi Kebutuhan Sistem
Prosedur administrasi narapidana atau tahanan di Lembaga Pemasyarakatan saat ini masih bersifat manual dan dikelola oleh bagian registrasi dengan menerima dokumen dari pengadilan yang di dalamnya berisi dokumen SP21 dari kejaksaan dan juga dokumen putusan pengadilan. Data – data dimasukkan ke dalam buku laporan bagian registrasi, setelah itu laporan dikirimkan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Data yang dikirimkan bukan hanya narapidana yang masuk atau keluar saja, tetapi juga narapidana yang mutasi ke Lembaga Pemasyarakatan lain.


Analisis Sistem Berjalan

Analisis Prosedur
Berdasarkan hasil penelitian, prosedur administrasi data narapidana belum berjalan dengan baik.  Pencatatan / pengarsipan data narapidana masih menggunakan sistem manual dan tidak terintegrasi, sedangkan satu lapas rata – rata mempunyai narapidana berjumlah lebih dari lima ratus orang yang sebagian besar dihuni oleh narapidana kasus narkoba. Data yang dimasukkan selama ini hanyalah berupa data – data seperti nama, alamat, foto, dan lain – lain, tetapi data – data yang krusial seperti rumus sidik jari tidak ada, sidik jari hanya di cap saja tetapi tidak dirumuskan, bahkan beberapa lapas sama sekali tidak memasukkan data sidik jari sama sekali baik itu foto sidik jari maupun rumusnya.
Data – data yang selama ini ada sama sekali tidak mencatat pengunjung, pengunjung hanya dicatat di dalam sebuah buku biasa dan data pengunjung ini tidak diintegrasikan dengan data napi tersebut. 

Analisis Basis Data
Sumber data narapidana dan juga data pengunjung serta data mengenai foto dan sidik jari. Sumber data yang harus diperhatikan secara berkala adalah data pengunjung, yang berada di bagian registrasi pengunjung narapidana dan diteruskan kepada bagian registrasi dan akhirnya data menuju ke Kepala Lembaga Pemasyarakatan.
Beberapa field yang ada di data narapidana yang sering simpang-siur adalah mengenai data alamat di KTP, dikarenakan sistem kependudukan di Indonesia yang masih belum benar sehingga satu orang bisa mempunyai banyak KTP, selain itu juga pengunjung dengan data – data yang diambil dari KTP pengunjung yang tidak terintegrasi dengan data kependudukan di Indonesia yang bisa menyatakan bahwa alamat pengunjung itu benar atau tidaknya. 

Actor
Paket actor berisi orang-orang atau organisasi yang terlibat dalam sistem. Pengguna sistem dibagi 3 yaitu Admin, User dan Petugas. Admin disini adalah Puslitbang dan Info BNN yang bertugas memasukkan data – data pengguna dan juga melakukan pengeditan data pengguna serta menghapus data pengguna, admin juga dapat melakukan seluruh aktifitas di dalam sistem. Untuk User dalam hal ini adalah para petugas dari Lembaga Pemasyarakatan yang bertugas mengentri, mengedit dan bahkan menghapus data jika diperlukan. Selain fitur input, edit dan hapus user juga dapat memanfaatkan fasilitas cari data dan data statistik. untuk user juga bisa memanfaatkan fitur cari data dan data statistik yang ditujukan untuk direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham.
Terakhir adalah petugas, disini yang dimakud petugas adalah aparat penegak hukum yang langsung turun dalam penyidikan dan penyelidikan kasus narkoba. Penyidik disini adalah penyidik polri dan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) seperti Kejaksaan, Bea Cukai dan Imigrasi. Fitur yang bisa digunakan juga hanya cari data napi dan data statistik karena para penyidik ini akan dibantu sewaktu proses penyidikan dan penyelidikan. Untuk input data, edit data dan juga hapus data pengguna petugas tidak diinjinkan untuk melakukan terhadap data para narapidana narkoba. 

Use-Case Sistem Informasi Lapas Narkoba
Terdapat beberapa kegiatan yang berkaitan di dalam sistem informasi lapas narkoba adalah login, sistem admin, sistem user dan sistem petugas.
Sistem Informasi Lapas Narkoba Login Sistem admin Sistem user Sistem petugas


KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Sistem informasi lapas narkoba yang dikembangkan berbasis web dapat digunakan oleh Badan Narkotika Nasional untuk mengungkap lebih banyak kasus – kasus narkoba dan juga institusi – institusi lainnya yang juga berkepentingan dalam pengungkapan kasus – kasus narkoba.
Beberapa keuntungan dengan adanya sistem informasi lapas narkoba ini adalah :
Diharapkan akan lebih banyak mengungkap kejahatan – kejahatan narkoba, terutama yang dikendalikan dari dalam penjara.
Diharapkan juga dapat membantu mengungkap kejahatan – kejahatan lainnya seperti terorisme yang dananya berasal dari perdagangan narkoba dan juga money laundering yang dananya berasal dari kejahatan narkoba.
Diharapkan dapat mempermudah para penyidik polri atau PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) dalam mengungkap kasus narkoba.
Dapat dengan mudah memberikan laporan tahunan kepada PBB yang rutin harus dibuat kepada UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) tentang kejahatan – kejahatan narkoba di Indonesia.
Laporan tahunan kepada presiden dari BNN maupun institusi lainnya tentang kejahatan narkoba yang dikemas dalam bentuk LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) bisa langsung dibuat dengan cepat dan mudah. Diharapkan sistem informasi lapas narkoba ini dapat dikelola dengan optimal dan bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi di lingkungan Badan Narkotika Nasional. 

Saran
Dalam menerapkan sistem informasi lapas narkoba ini juga harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia, baik itu di lingkungan Badan Narkotika Nasional maupun institusi lainnya sehingga penerapan aplikasi sistem informasi lapas narkoba dapat berjalan dengan baik.
Selain sumber daya manusia, penerapan sistem informasi lapas narkoba juga harus diikuti dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang baik sehingga sistem secara keseluruhan dapat terintegrasi dengan baik.
Sistem ini dapat dikembangkan dengan data – data narapidana di seluruh dunia, dikarenakan beberapa kejahatan narkoba dikendalikan oleh sindikat internasional.
Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan data exportir maupun importir prekursor yang berada di database National Single Window (NSW).

 DAFTAR PUSTAKA
Ali Bahrami., 1999, “Object Oriented Systems Development : Using The Unified Modelling Language”, Mc Graw-Hill International Edition 1999.
Basori, Ahmad Hoirul 2003, “Tutorial Rational Rose”, Kuliah Umum Ilmukomputer.com.
Bennett, Simon 2000, Steve Mc Robb and Ray Farmer, “Object Oriented Systems Analysis and Design Using UML”, Mc Graw-Hill International Editions, Computer Science Series.
Boggs, Wendy & Michael Boggs, 2002, “Mastering UML with Rational Rose 2002”, SYBEX Inc.,California.
Graves, Kimberly 2007, “CEH Official Certified Ethical Hacker Review Guide Exam 312-50”, Wiley Publishing.
Hamilton, Kim & Russel Miles, 2006, “Learning UML 2.0”, O‟Reilly Media.
Jogiyanto H. M., 1999, “Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis”, Edisi kedua, cetakan pertama, Penerbit Andi Offset Yogyakarta.
Miller, Randy 2003, “Practical UML : A Hands-On Introduction for Developers”, tersedia di : bdn.borland.com\article\31863.html
Nugroho, Adi 2005, “Rational Rose Untuk Permodelan Berorientasi Objek”, Informatika Bandung.
Sutabri, SKom., MM,, Tata 2004 “Analisa Sistem Informasi”, Penerbit Andi Yogyakarta.
Welling, Luke & Laura Thomson, 2005, “PHP And MySQL Web Development”, Sams Publishing.

 Analisis
Pendahuluan => Pada Pendahauluan terlihat jelas bahwa penulis ingin membantu menyelesaikan masalah narkotika dan peredarannya juga terorisme yang ada di Indonesia.
Metode Penelitian => Berisi tentang beberapa kelemahan pada Lapas dan beberapa himbauan agar lebih baik setiap data yang akan diproses.
Tinjauan Pustaka => Cukup jelas arti beberapa kata yang disisipkan pada penulisan ini.
Hasil dan pembahasan => Dijelaskan tettang alur system ini bergerak.
Kesimpulan => Dalam kesimpulan terdapat beberapa himbauan untuk berbagai intitusi yang berhubungan dengan narkotika.

Kelebihan dan Kekurangan artikel
Kelebihan
-          Hubungan timbal balik antar kalimat dan paragrafnya sudah baik.
-          Informasi didalamnya sangat baik untuk menambah pengetahuan pembaca dan lembaga-lembaga lainnya yang berkaitan.
-          Banyak menggunakan istilah-istilah pemrograman sehingga cocok dibaca oleh para programmer atau mahasiswa yang belajar di bidang teknologi informasi.
Kelemahan
-          Terdapat beberapa kata serapan yang digunakan tetapi belum di cetak miring.
Contoh: Programs, People, Procedure, hardware, prekusor,input.
-          Untuk pembaca yang awam tentang istilah-istilah computer atau pemrograman, kurang maksimal dijelaskannya hingga akan sedikit membingungkan pembaca.

Nama Kelompok dan Kelas:

Adhimu Irwan Agus Setiawan           11109064        3KA03
Antonius Catur Nugroho                   10109536        3KA03
Ceri Solehudin                                  13109774        3KA03
Erryk Istianto                                    15109326        3KA03
Faisal Andika                                    11109878        3KA03
Kukuh Kuntoro                                 14109259        3KA03