Tampilkan postingan dengan label Teknologi Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Komputer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2012

Manajemen Kontrol Keamanan (Pre Test)

Video Contoh Sistem Informasi yang di bobol

Terdapat 11 bidang yang bersifat universal  dalam Keamanan Suatu Sistem Informasi yaitu :
1. Pelaksanaan Pengelolaan Keamanan (Security Management Practices).
Berhubungan dengan mengidentifikasi asset (informasi) perusahaan, menentukan tingkat pengamanan asset tersebut, menaksir anggaran keamanan yang diperlukan dan menyelaraskan antara anggaran yang tersedia dengan asset yang akan dilindungi.
 Cakupan yang di tangani : alur pertanggung-jawaban, administrasi, model keamanan organisasi. keperluan keamanan untuk bisnis, pengelolaan risiko, analisa risiko, prosedur, bakuan, kebijaksanaan, lapisan/ring keamanan, klasifikasi data, dan sosialisasi aspek keamanan

2 Sistem dan Metodologi Pengendalian Akses
(Access Control Systems and Methodology).
Berhubungan dengan mekanisme/metode pengendalian akses, identifikasi, otentifikasi dan otorisasi dan pemantauan penggunaan sistem
Cakupan yang di tangani: Identifikasi, Otentikasi, Otorisasi, Model-model Pengendalian Akses, Teknik Kendali Akses, Metoda PengendalianAkses, Administrasi Pengendalian Akses, Ancaman-ancaman Pengendalian Akses
 Contoh dari bidang ini : User-Name, Sidik-Jari, Tanda-tangan, Kartu Anggota
– Otentifikasi:
● Password
● Tanya-Jawab
– Otorisasi:
● Akses
● Ubah
● Hapus Berkas.

3 Keamanan Telekomunikasi dan Jaringan
(Telecommunications and Network Security)
Berhubungan dengan teknologi dan protokol jaringan, perangkat jaringan terkait dan aspek keamanan terkait yang terkait

Ruang Lingkup bidang ini
– model tujuh lapisan jaringan ISO/OSI
– model rujukan protokol TCP/IP
– topologi LAN, MAN, WAN, VPN
– perangkat jaringan
– perangkat nirkabel
– firewall
– aspek keamanan

4 Kriptografi (Cryptography).
Berhubungan dengan metoda dan teknik penyembunyian

Cakupan dari bidang ini : kriptografi simetrik, Kriptografi asimetrik, kekuatan kunci, system kriptografi, PKI: Public Key


5 Model dan Arsitektur Keamanan (Security Architecture & Models).

Berhubungan dengan konsep, prinsip dan standar untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi, system operasi, dan sistem yang aman.

Cakupan Bidang ini: keamanan arsitektur computer, hak minimum, domain, model keamanan, BS/ISO 17799, Sistem terbuka vs. sistem tertutup, Sertifikasi vs. Akreditasi, dan Ancaman terhadap model dan arsitektur keamanan

Prinsip-prinsip pada bidang ini
– hak minimum (least previlage)
– pertahanan berlapis (defense in depth)
– pembatasan gerbang (choke point)
– titik terlemah (weakest link)
– pengamanan kegagalan (fail-safe stance)
– partisipasi total (universal participation)
– aneka pertahanan (diversity of defense)
– kesederhanaan (simplicity)

6 Keamanan Pengoperasian (Operations Security).
Berhubungan dengan konsep, prinsip dan standar untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi, system operasi, dan sistem yang aman.

Cakupan bidang ini :
– pemisahan tugas dan wewenang
– alur pertanggung-jawaban (accountability)
– perekrutan Sumber Daya Manusia
– pengendalian keluaran/masukan
– pengendalian pengelolaan perubahan
– penyerangan (attack)
– penyusupan (intrusion)
– penanggulangan virus dan cacing

7 Keamanan Aplikasi dan Pengembangan Sistem (Application and Systems Development Security).
Berhubungan dengan berbagai aspek keamanan serta kendali yang terkait pada pengembangan sistem informasi.

Cakupan bidang ini :
– Tingkatan Kerumitan Fungsi dan Aplikasi
– Data
– Pengelolaan Keamanan BasisData
– SDLC: Systems Development Life Cycle
– metodology pengembangan aplikasi
– pengendalian perubahan perangkat lunak
– program bermasalah
8 Rencana Kesinambungan Usaha dan Pemulihan Bencana 
(Disaster Recovery and Business Continuity Plan -- DRP/BCP).
Berhubungan dengan bagaimana aktifitas bisnis dapat tetap berjalan meskipun terjadi gangguan atau bencana.
Cakupan bidang ini:
– Indentifikasi Sumber Daya Bisnis
– Penentuan Nilai Bisnis
– Analisa Kegagalan (impact) Bisnis (BIA)
– Analisa Kerugian
– Pengelolaan Prioritas dan Krisis
– Rencana Pengembangan
– Rencana Implementasi
– Rencana Pemeliharaan
9 Hukum, Investigasi, dan Etika (Laws,
Investigations and Ethics).

Berhubungan dengan berbagai jenis aturan yang terkait dengan kejahatan komputer dan legalitas transaksi elektronik, serta membahas masalah etika dalam dunia komputer.

Cakupan bidang ini:
– Hukum, Aturan, dan Etika
– Transaksi Elektronis
– Hak Kekayaan Intelektual
– Pembajakan
– Undang-undang keamanan dan eksport
– Penyelidikan Kejahatan Komputer
– Privasi
10 Keamanan Fisik (Physical Security).
Berhubungan dengan berbagai ancaman, resiko dan kontrol untuk
pengamanan fasilitas sistem informasi.

Cakupan bidang ini:
– Kawasan Terbatas
– Kamera Pemantau dan Detektor Pergerakan
– Bunker (dalam tanah)
– Pencegahan dan Pemadaman Api
– Pemagaran
– Peralatan Keamaman
– Alarm
– Kunci Pintu

11 Audit (Auditing).

Berhubungan dengan konsep dasar auditing sistem informasi terkait
dengan masalah keamanan sistem informasi.

Cakupan Bidang ini:
– Rencana Audit
– Kendali
– Tujuan Kendali
– Metoda Audit
– Testing
– Pengumpulan Bukti
– Teknik Audit Berbantuan Komputer

Sumber : http://rms46.vLSM.org/2/130.pdf

Selasa, 13 November 2012

Cloud Computing atau Komputasi Awan


Mari mengenal sebuah teknologi dalam dunia komputer yang sudah di publikasikan sejak 2005 oleh beberapa situs besar seperti situs online shopping Amazon.com meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), diikuti Google dengan Google App Engine, dan IBM yang melansir Blue Cloud Initiative.


Cloud computing atau komputasi awan merupakan definisi untuk teknologi komputasi grid (grid computing) yang digunakan pada pertengahan hingga akhir tahun 1990-an. Jargon cloud computing atau komputasi awan mulai muncul pada akhir tahun 2007, digunakan untuk memindahkan layanan yang digunakan sehari-hari ke Internet, bukan disimpan di komputer lokal lagi. Pada saat itu, layanan lain termasuk pengolahan kata, spreadsheet, dan presentasi telah dipindahkan ke dalam komputasi awan. Google menyediakan pengolah kata, spreadsheet dan aplikasi presentasi di lingkungan komputasi awan dan terintegrasi dengan Gmail dan Google Calendar, menyediakan lingkungan kantor di web (atau di awan). Microsoft dan perusahaan lain juga bereksperimen dengan mengalihkan program-program ke awan untuk membuatnya lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh pengguna komputer dan Internet. Perangkat lunak sebagai layanan (istilah Microsoft untuk cloud computing atau komputasi awan) adalah barang yang sangat baru bagi kebanyakan orang di Microsoft.
     Cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet. Suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet  tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.


Latar belakang Cloud computing hadir untuk beberapa bidang, misalnya Untuk pengguna individual, tentu cukup menyimpan data-datanya di sebuah laptop atau personal computer. Namun bagaimana dengan sebuah perusahaan atau instansi pemerintah yang memiliki ribuan data penting dan membutuhkan media simpan yang lebih besar dan lebih aman, cloud computing atau komputasi awan adalah jawabannya. Teknologi ini dianggap dapat menekan ongkos investasi server raksasa, lebih efektif, transparan, dan efisien dari jumlah sumber daya manusia. Berbondong-bondong perusahaan-perusahaan IT dunia membangun infrastruktur untuk menuju era penyimpanan data yang mutakhir ini. Tidak heran bila kemudian perusahaan besar seperti Microsoft, Apple, Google, dan IBM mengembangkan teknologi ini dengan serius selama satu dekade terakhir.
     Teknologi komputasi dan teknik pemrograman baru atau teknik pengembangan berubah dengan cepat, tujuan dalam komputasi awan nampaknya akan membuat teknologi menjadi sangat mudah dimata user dan menjadikannya sesederhana mungkin. Pengembangan berbasis internet sangat pesat saat ini dengan boomingnya blogging dan microblogging serta layanan jejaring sosial yang bertujuan untuk menemukan cara baru membantu individu dan bisnis untuk dapat berkomunikasi satu sama lain di arena cloud computing atau komputasi awan.

Beberapa hal menarik dari cloud computing

§  Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.
§  Tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.
§  Tidak ada batasan dengan berapa jumlah "hosting" server yang berjalan di belakangnya.
§  Menambahkan sebuah "hosting" hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
§  Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. Butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk menyiapkan server kosong / baru untuk dapat berintegrasi ke jaringan cloud.

Berikut beberapa Perangkat Lunak Cloud Computing

Belakangan ini dikembangkan sebuah bentuk nyata (atau setidaknya sebuah common platform/bentuk umum) dari konsep Cloud Computing agar dapat di-implementasikan secara umum dan lebih luas, seperti contoh berikut :
§  Proxmox 
§  OpenStack
§  OpenQRM
§  Euca2ools
§  cloudmin

Kesimpulan
Cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan
pengembangan berbasis Internet. dengan kata lain membantu pengguna untuk menyimpan data secara
virtual pada internet yang telah disediakan oleh penyedia layanan cloud computing dapat di akses
dimanapun kapan pun dan oleh siapapun. dalam hal keamanan dapat di tentukan oleh pengguna itu
sendiri dengan kebijakan yang diberikan oleh penyedia layanan cloud computing. 

http://blog.akakom.ac.id/ekhacahya/cloud/





Jumat, 19 Oktober 2012

Computer Vision Intro



Computer Vision :
•Ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi.
•Computer Vision adalah kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola.
•Bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System).
         Computer Vision merupakan bidang yang meliputi metode untuk memperoleh, mengolah menganalisis gambar dan, pada umumnya berhubungan dengan  tinggi-dimensi data dari dunia nyata untuk menghasilkan informasi numerik atau simbolis, misalnya, dalam bentuk keputusan. Sebuah tema dalam pengembangan bidang ini telah digunakan untuk menduplikasi kemampuan penglihatan manusia secara elektronik mengamati dan memahami gambar . Pemahaman gambar dapat dilihat untuk menguraikan informasi simbolis dari gambar, Data menggunakan model dibangun dengan bantuan geometri, fisika, statistik, dan teori belajar Komputer visi juga telah digambarkan sebagai perusahaan mengotomatisasi dan mengintegrasikan berbagai proses dan representasi untuk persepsi penglihatan. .Aplikasi berkisar dari tugas-tugas seperti sistem visi mesin industri yang, katakanlah, untuk pemeriksaan botol pada lini produksi, untuk penelitian kecerdasan buatan dan komputer atau robot yang dapat memahami dunia di sekitar mereka. The visi komputer dan bidang mesin visi memiliki tumpang tindih yang signifikan. Visi komputer meliputi teknologi inti dari analisis citra otomatis yang digunakan di berbagai bidang. Visi mesin biasanya mengacu pada proses menggabungkan analisa citra otomatis dengan metode lain dan teknologi untuk menyediakan inspeksi otomatis dan bimbingan robot dalam aplikasi industri.Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, dilihat dari beberapa kamera, atau multi-dimensi data dari scanner medis. 
         Sebagai disiplin teknologi, visi komputer berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem visi komputer. Contoh aplikasi visi komputer mencakup sistem untuk:

    
Mengontrol proses, misalnya, sebuah robot industri;
    
Navigasi, misalnya, oleh sebuah kendaraan otonom atau mobile robot;
    
Mendeteksi peristiwa, misalnya, untuk pengawasan visual atau orang menghitung;
    
Pengorganisasian informasi, misalnya, untuk pengindeksan database foto dan gambar urutan;
    
Modeling benda atau lingkungan, misalnya, analisis citra medis atau model topografi;
    
Interaksi, misalnya, sebagai input ke perangkat untuk komputer-interaksi manusia, dan
    
Otomatis inspeksi, misalnya, dalam aplikasi manufaktur.Sub-domain visi komputer termasuk adegan rekonstruksi, acara deteksi, pelacakan video, pengenalan obyek, belajar, pengindeksan, gerak estimasi, dan gambar restorasi.Dalam kebanyakan aplikasi praktis visi komputer, komputer adalah pra-diprogram untuk menyelesaikan tugas tertentu, namun metode berdasarkan pembelajaran yang sekarang menjadi semakin umum.
 

Kamis, 27 September 2012

Telematika

Trend Perkembangan Telematika




Telematika adalah penggunaan terpadu telekomunikasi dan Informatika, juga dikenal sebagai ICT (Information and Communications Technology). Karena itu penerapan telematika salah satu contoh adalah berikut: Lexus Gen V navigasi sistem teknologi mengirim, menerima dan menyimpan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan mempengaruhi kontrol pada objek jauh. Terintegrasi penggunaan telekomunikasi dan Informatika, untuk aplikasi dalam kendaraan dan dengan kendali dari kendaraan bergerak. Telematika termasuk namun tidak terbatas pada teknologi Global Positioning System yang terintegrasi dengan komputer dan teknologi komunikasi bergerak dalam sistem navigasi otomotif. Paling sempit, istilah telah berkembang untuk merujuk kepada penggunaan sistem seperti dalam jalan kendaraan, dalam hal ini istilah telematika kendaraan dapat digunakan. Dalam kontras telemetri Adalah transmisi pengukuran dari lokasi asal untuk lokasi komputasi dan konsumsi, terutama tanpa mempengaruhi control pada remote objek. Telemetri biasanya diterapkan dalam pengujian dari penerbangan objek tapi telah multiple kegunaan lain. Walaupun mayoritas perangkat yang mengintegrasikan dan telekomunikasi teknologi informasi kendaraan yang sebenarnya tidak, telpon genggam dan sejenisnya, penggunaannya adalah tidak termasuk dalam telematics. 

Sejarah etimologi telematika adalah dari bahasa Yunani 'tele' ('jauh', terutama yang berkaitan dengan proses memproduksi atau rekaman) dan ~ Matos (turunan dari bahasa Yunani machinari, atau penemuan, biasanya diambil dalam konteks ini berarti 'atas kemauan sendiri'). Ketika dikombinasikan, istilah 'telematika' menggambarkan proses pengiriman jarak jauh dari informasi berbasis komputer. Pertama kali diperkenalkan di Perancis oleh Simon Nora dan Alain Minc pada t L'informatisation de la Soci (La dokumentasi Fran aise, 1978).

Perkembangan Telematika Di Indonesia


1. Periode Rintisan
            Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis.
Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi.Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika.
                Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.
Setahun sebelumnya di Amerika Serrikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet.
           Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat olehJhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka.
  
                   Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut : Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society — Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti “JUNK/Batavia“. Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR.
                Jaringan internet tersebut, terhubungakan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawattransceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan computer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar.

2. Periode Pengenalan
     Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
               Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.
              Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.
Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
        Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Disaat keterbukaan yang diusung gerakan moral reformasi, stasiun televise yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).
        Pemerintah yang masih sibuk dengan gejolak politik yang kemudian diteruskan dengan upaya demokrasi pada Pemilu 1999, tidak menghasilkansuatu keputusan terkait perkembangan telematika di Indonesia. Dunia pendidikan juga masih sibuk tambal sulam kurikulum sebagai dampak perkembangan politik terbaru, bahkan proses pembelajaran masih menggunakan cara-cara konvensional. Walaupun demikian, pada tanggal 15 Juli 1999, arsip pertama milis Telematika dikirim oleh Paulus Bambang Wirawan, yakni sebuah permulaan mailinglist internet terbesar di Indonesia.

3. Periode Aplikasi
            Reformasi yang banyak disalah artikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat denganb mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah.
Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mualai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
            Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai nernagai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hamper seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
           Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.
        Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.
     Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.
       Peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, dapat terealisir. Di lain pihak, segi individualis dan a-sosial amat mungkin akan banyak menggejala di masyarakat. Walaupun demikian, masih banyak factor lain yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat tertentu dan factor yang sama dapat berdampak lain pada lingkungan yang berbeda.